Fatwa
Syekhuna Abdurohman Al ‘Adeny tentang hukum wanita bertanya seputar agama baik
di dalam sebuah grup atau yang lainnya melalui risalah atau SMS secara langsung
dengan ustadznya
Jawaban:
Aku nasehatkan apabila disana ada pertanyaan atau
permintaan pendapat dari para wanita kepada para asatidzah hendaknya melalui
jalan istri dari asatidzah tersebut. Mereka cukupkan melalui jalan ini.
Segala
hal yang melebihi hal ini maka itu adalah pintu kerusakan dan akan menimbulkan
fitnah, Nabi sholallohu ‘alaihi wasallam bersabda:
“مَا تَرَكْتُ بَعْدِي فِتْنَةً أَضَرَّ عَلَى الرِّجَالِ مِنَ النِّسَاءِ”
Artinya:
“Sepeninggalku, tidak ada (sumber)
bencana yang lebih besar bagi laki-laki selain dari pada wanita” (HR. Al
Bukhori dan Muslim dari shohabat Usamah bin Zaid)
Dan
Rosululloh sholallohu ‘alaihi wasallam juga bersabda:
فَاتَّقُوا الدُّنْيَا وَاتَّقُوا النِّسَاءَ، فَإِنَّ أَوَّلَ فِتْنَةِ بَنِي إِسْرَائِيلَ كَانَتْ فِي النِّسَاء
“Maka takutilah dunia dan wanita,
karena sesungguhnya sumber bencana Bani Isroil adalah wanita”. (HR. Muslim dari
shohabat Abu Sa’id Al Khudri).
Dan juga
Nabi sholallohu ‘alaihi wasallam bersbda : المَرْأَة
ُ عَوْرَةٌ فِإَذَا خَرَجَتْ اسْتَشْرَفَهَا الشَّيْطَان
“Wanita adalah aurot, maka apabila
dia keluar (dari rumahnya) maka syaithon akan berdiri tegak (untuk
mnyesatkannya kedalam fitnah atau menyesatkan laki-laki kedalam fitnah
disebabkan wanita teersebut)”. (HR. At Tirmidzy dari shohabat ibnu mas’ud. Dan
dishohihkan oleh Syekh Al Albani dan Syekh Muqbil_semoga Alloh merahmati
mereka).
Syaithon
akan menggoda dan memperindah wanita (yang keluar rumah) dihadapan laki-laki,
meskipun wanita itu wanita yang jelek,memperindah dengan suaranya, jalannya,dan
bahasanya.
Oleh
karena itu ana nasehatkan kepada saudara-saudaraku untuk menutup pintu-pintu
seperti ini. Apabila mampu, ketika ditanya maka jawablah dengan jawaban yang
bermanfaat seperti seputar hijab atau yang lainnya. Dia jawab lewat buletin
atau kaset dari setiap pertanyaan yang dikumpulkan baik tiap minggu atau tiap
bulan apabila banyak pertanyaan yang terkumpul dan telah dijawab.
Kemudian
disebarkan lewat buletin atau kaset.Aku Nasehatkan karena Alloh, Apabila
saudara-saudaraku (yang ditanya) seorang yang sudah menikah maka jadikan
muamalah mereka dengan para wanita melaui istri-istri mereka. Tutupilah
pintu-pintu fitnah,tutupilah pintu-pintu fitnah!!!
Bermuamalah
dengan wanita seperlunya saja.Aku nasehatkan juga untuk para wanita baik sudah
menikah maupun yang belum!Untuk tidak bermuamalah secara langsung dengan kaum
laki-laki kecuali melalui jalur mahromnya. Jangan langsung bertanya lewat
risalah (atau SMS) kepada laki-laki: “aku begini dan begitu…” kemudian
laki-laki tersebut menjawabnya. Karena yang seperti ini, syaithon akan menggoda
atau membujuk dia untuk berbuat maksiat.
Semua itu
dalam rangka menjaga hati.Alloh ta’ala telah mencukupkan kita dengan hal yang
halal dari perkara yang harom. Perkara yang seperti ini sudah banyak terjadi
disetiap tempat, apabila sudah mulai saling kirim surat (atau SMS) meskipun itu
dalam bab Agama, maka syaithon akan menggodanya ketika sudah mulai para wanita
saling kirim surat (atau SMS) kepada laki-laki meskipun dengan label Agama atau
ilmu. Syaithon akan tetap menggodanya.Aku Nasehatkan untuk mereka menutup
pintu-pintu (fitnah)!!!Terkadang di dalam grup yang besar tersebut ada yang
berada di atas istiqomah, ketaqwaan dan kebaikan, namun wahai saudaraku!
siapakah yang akan menjamin kita untuk mereka yang tidak diatas demikian?!
Oleh
karena itu, kita katakan kepada mereka yang bertaqwa untuk menutup pintu-pintu
(fitnah) dalam rangka menjaga para pemuda-pemudi yang lainnya (yang tidak
diatas istiqomah dan ketaqwaan).Aku percaya kalian diatas kebaikan, aku tidak
mencela niat dan harga dirimu, namun tutupilah pintu-pintu (fitnah). Didiklah
para pemuda untuk menjauhi fitnah wanita.
Barokallohu
fikum.
---------------------------
Pertanyaan:
Wahai
syaikhuna, diantara yang mendorong mereka melakukan hal ini dengan dalil dahulu
Nabi menjawab pertanyaan para shohabiyah secara langsung, dan juga Aisyah
menjawab pertanyaan para shohabat secara langsung, dan juga dahulu para wanita
ikut berperang untuk membantu mengobati para korban?
Jawaban
Beliau:
Wahai
saudaraku, Zaman sekarang telah rusak, diantara bukti yang paling besar
menunjukan hal ini adalah dahulu di zaman Nabi Sholallohu ‘alaihi wasallam para
wanita sholat dibelakang para shohabat di masjid tanpa adannya tirai maupun
penghalang yang lainnya di dalamnya. Sekarang kita katakan kepada saudaraku:
"Bagaimana
pendapatmu kalau sekarang kita sholat,kemudian kita jadikan wanita sholat
dibelakang kita tanpa adanya tirai (yang menutupi antara kita dengan mereka)
dan juga hal ini kita lakukan di masjid yang lainnnya baik yang di kota maupun
di desa, bukankah antum nilai yang seperti ini akan menimbulkan fitnah?! Apakah
kalian ridho dengan seperti ini?!Mereka akan mengatakan: “tidak”,kita katakan: “kenapa?…”
mereka akan mengatakan: “Karena keadaan telah berubah, ini bisa menimbulkan
fitnah”. Bagaimana sekarang antum membolehkan yang itu dan tidak membolehkan
yang ini?! Berarti demikian pula (yang kita bahas) sekarang.Barokallohu fikum.
[ditulis oleh Abu 'Ubaidah Iqbal bin Damiri Al Jawy_di darul
Hadits Al Fiyusy_Harasahallah]
sumber : Forum WhatsApp Salafy Indonesia]
___________________
Maroji'
sumber : Forum WhatsApp Salafy Indonesia]
___________________
Maroji'

Tidak ada komentar:
Posting Komentar