بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
Sering kita jumpai di sekitar kita orang-orang yang mencela atau mencemooh diri kita. Baik itu karena perbuatan kita ataukah karena ucapan kita. Baik itu dalam perkara dunia, maupun dalam perkara agama. Sering kali pula hati kita berkeinginan untuk membalas celaannya karena dorongan naluri manusia yang tidak akan terima begitu saja apabila dirinya dihina atau direndahkan orang lain.
Terkadang kita merasa lebih baik dari orang yang telah mencela kita terlebih dahulu. Kita merasa apa yang ditudingkannya itu tidak benar. Kita pun juga merasa bahwa orang lain telah salah dan kita benar. Lantas kita pun merasa “berhak” untuk membalas celaannya tersebut dengan celaan yang sama atau bahkan lebih besar.
Terkadang kita merasa lebih baik dari orang yang telah mencela kita terlebih dahulu. Kita merasa apa yang ditudingkannya itu tidak benar. Kita pun juga merasa bahwa orang lain telah salah dan kita benar. Lantas kita pun merasa “berhak” untuk membalas celaannya tersebut dengan celaan yang sama atau bahkan lebih besar.

