بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
~ Asy Syaikh Abdus Salam bin Barjas
Rahimahullah ~
Seseorang berkata kepada seorang lainnya :
“ Bagaimanakah tips engkau bisa menuai Ilmu? ” Dia menjawab: ”Aku memburunya, ternyata aku
temukan bahwa dia berada ditempat yang sangat jauh untuk dituju. Tak bisa
diburu dengan bidikan anak panah. Tak bisa diraih dalam mimpi. Tak diwariskan
dari Ayah ataupun Paman.
Aku berusaha untuk bisa menuju kesana dengan
beralaskan waktu. Bersandarkan batu. Selalu begadang lagi banyak memandang. Berjuang dengan pikiran. Menempuh jauhnya
perjalanan, dan melintasi bahaya.
Lalu aku menemukannya berupa benih, yang tidaklah layak disia-siakan kecuali harus ditanam. Tidak layak ditanam kecuali hanya dalam sanubari. Tidak pula layak disiram kecuali hanya dengan belajar.
Beritahukan padaku. Apakah seseorang yang
menghabiskan waktu siangnya untuk mengumpulkan harta, lalu dimalam harinya
untuk mengumpuli istrinya. Akankah dia bisa menjadi seorang yang Faqih ?
Tentulah tidak mungkin, Demi Allah.
Ilmu tidaklah bisa dituai kecuali harus
dengan memeluk buku catatan, memikul tinta, berbekal potongan roti, dan tanpa
terputus, terus memburunya di malam dan siang harinya”.
قال رجل لآخر: بم أدركت العلم ؟
قال: طلبته فوجدته بعيد المراد، لا يصاد بالسهام، ولا يرى في المنام، ولا يورث عن الآباء والأعمام .
فتوسلت إليه بافتراش المدارِ، واستناد الحجر، وإدمان السهر وكثرة النظر، وإعمال الفكر ومتابعة السفر، وركوب الخطر، فوجدته شيئاً لا يصلح إلا للغرس ولا يغرس إلا في النفس، ولا يسقي إلا بالدرس .
أرأيت من يشغل نهاره بالجمع، وليله بالجماع هل يخرج من ذلك فقيهاً؟ كلا والله.
إن العلم لا يحصل إلا لمن اعتضد الدفاتر، وحمل المحابر، وقطع القفار، وواصل في الطلب الليل والنهار.
——
عوائق الطلب للشيخ
عبد السلام بن برجس-رحمه الله تعالي.
__________
Faidah dari: Ustadz Hamzah Rifai La Firlaz
Hafizhahullah
Awaiq At Thalab Karya As Syaikh Abdus Salam
bin Barjas -Rahimahullahu Ta’ala-
http://forumsalafy.net/?p=2135
WA Salafy Indonesia

Tidak ada komentar:
Posting Komentar