Sabtu, 06 Juli 2013

KAJIAN INTENSIF MENYAMBUT RAMADHAN (1)


بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ


CATATAN DARS
KAJIAN INTENSIF MENYAMBUT RAMADHAN : 
KEUTAMAAN PUASA

Senin, 1 Juli 2013 
-Sesi 1 (Ba'da Maghrib)-



Alloh Subhaanahu wa Ta’ala berfirman, “Barangsiapa yang mengharap pertemuan dengan Rabb-nya, hendaklah ia beramal shalih dan tidak mempersekutukan dalam beribadah kepada Alloh dengan sesuatu pun.” (QS. Al-Kahfi: 110)

>> Amalan yang shalih è Amalan yang sesuai dengan tuntunan dan contoh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam.

>> Tidak mempersekutukan Alloh dengan sesuatu apa pun, berarti ia telah mengikhlaskan dirinya kepada Alloh semata sebagaimana hal ini terdapat dalam sebuah hadits. Dalam Al Qur’an Surah Al Bayyinah ayat ke-5, Alloh Ta’ala berfirman, “ Tidaklah mereka diperintah, melainkan untuk beribadah kepada Alloh dengan mengikhlaskan diri kepada Alloh.”

Puasa Ramadhan termasuk rukun Islam. Dari Abu Abdirrahman Abdullah bin Umar bin Al-Khattab radhiyallahu ‘anhu, ia mengatakan, "Aku mendengar Rasulullah  Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, “Islam dibangun di atas lima perkara: Persaksian bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Alloh dan bahwa Muhammad adalah utusan Alloh, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berhaji ke Baitullah, dan berpuasa Ramadhan." (HR. Bukhari dan Muslim).

>> Rukun merupakan bagian terpenting dalam suatu ibadah sehingga seseorang harus mengetahui keutamaan dalam ibadah yang ia lakukan sehingga seseorang dapat beribadah kepada Alloh di atas bayyinah, ilmu, dan kejelasan.


Manfaat mengetahui keutamaan puasa :
  1. Menjadi pendorong kita
  2. Menyiapkan diri kita untuk beribadah sesuai dengan yang Alloh perintahkan sehingga ibadah kita tidak menjadi hampa dan beribadahn tanpa mengetahui keutamaan yang terdapat di belakangnya.


Abdul Aziz bin Abi Daud berkata, “Aku dapati mereka –para Salaf- bersungguh-sungguh dalam ibadah. Apabila mereka telah selesai dari ibadahnya, maka mereka ditimpa kegelisahan dan kekhawatiran akankah amalan mereka diterima atau tidak.”

Imam Mu’alla bin Al-Fadhl berkata,

كانوا يدعون الله تعالى ستة أشهر أن يُبَلِّغُهم رمضان يدعونه ستة أشهر أن يتقبل منهم

“Ketika Ramadhan akan datang, mereka terus menerus berdo’a selama enam bulan sebelum Ramadhan agar Alloh menjumpai mereka dengan bulan Ramadhan kembali dan mendapatkan keutamaan Ramadhan. Setelah Ramadhan berakhir, mereka pun berdo’a kepada Alloh selama enam bulan agar ibadah mereka di bulan Ramadhan diterima di sisi Alloh Subhanahu wa Ta’ala.” [Imam Ibnu Rajab Al-Hambali rahimahullah dalam Kitab Latha-iful Ma’aarif, hal.174]

Hal ini menunjukkan bahwa pendahulu kita –para Salaf-menyadari pentingnya puasa Ramadhan sehingga sebelum Ramadhan datang mereka berdo’a, ketika berada di bulan Ramadhan mereka bersungguh-sungguh dalam beribadah dan mengistimewakannya, dan ketika Ramadhan telah berakhir, mereka pun berdo’a agar amalan mereka diterima di sisi Alloh Subhanahu wa Ta’ala



~~~~~~~~~~~~~~~~~~00000~~~~~~~~~~~~~~~~~~~



Tidak ada komentar: