Kamis, 17 April 2014

Faidah Dauroh "Kaidah dalam Bersabar"

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ



............

“Dan tidaklah seseorang diberi pemberian yang lebih baik dan lebih luas daripada kesabaran."
[Muttafaqun 'Alaihi]


............


Alhamdulillaah … Hari ini diberikan kesempatan oleh Alloh untuk bisa mengambil faidah yang menurut ana sangat bagus dan insya Alloh mampu melembutkan hati-hati kita. Walaupun hanya bisa mengikuti sebagian, tapi khoyr insya Alloh karena dalam kaidah fiqih disebutkan "Apa yang tidak bisa kamu dapatkan seluruhnya, janganlah kamu tinggalkan seluruhnya."

Faidah kajian hari ini diambil dari dauroh Ustadz Khidir hafizhohulloh yang membahas “Qoidatun fii Shobri (Kaidah-kaidah dalam Bersabar)” karya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rohimahulloh. Dari sekian faidah yang bisa ana catat, ada satu faidah yang menurut ana sangat berkesan dan cukup membuat diri ini merenung dan mengintrospeksi diri, yaitu tentang bagaimana sikap seorang muslim ketika ia dizholimi oleh saudaranya.

Ustadz menjelaskan jenis kesabaran yang ke-3 dari 3 jenis kesabaran, yaitu sabar dalam menghadapi musibah yang datangnya di luar kekuasaan manusia (semisal sakit, gempa, banjir, dsb) dan sabar dalam menghadapi musibah yang datangnya dengan sebab perbuatan manusia (semisal dipukul, difitnah, diambil hartanya, dsb). Sabar dalam menghadapi musibah yang datangnya di luar kekuasaan manusia masih lebih mudah daripada bersabar terhadap musibah yang datangnya dari perbuatan manusia.

Point permasalahan yang ingin ana tulis disini adalah “Bersabar terhadap Musibah yang Datangnya dengan Sebab Perbuatan Manusia”.

Sabar jenis di atas adalah kesabaran yang sangat berat karena jiwa kita merasakan siapa yang menganggu kita, menyakiti kita, kita pun juga tahu siapa orangnya, kedudukan orang yang menyakiti kita seperti apa, kemudian ada tempat bagi kita untuk melampiaskan amarah, dan tabiat jiwa itu ….. selalu ingin membalas kezholiman orang lain. Tak ada yang mampu bersabar dalam hal ini, kecuali para Nabi dan Shiddiqin.

Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam ketika beliau dizholimi, beliau hanya berkata, “Semoga Alloh merohmati Musa karena sesungguhnya gangguan yang beliau dapatkan masih lebih banyak daripada saya, akan tetapi beliau tetap bersabar.” Disini Nabi ingin menenangkan dirinya dengan mengingat penderitaan yang dialami oleh Nabi Musa, saudaranya.

Beliau juga pernah mengabarkan ada satu Nabi yang dipukul oleh kaumnya hingga melukai wajahnya dan darah pun mengalir di wajahnya. Tetapi, Nabi tersebut tetap bersabar. Bahkan mendo’akan dengan suatu do’a yang kalau kita renungkan maknanya sangatlah luar biasa, yaitu


“Ya Alloh, ampunilah kaumku karena sesungguhnya mereka tidaklah mengetahui.”


Tahukah, Saudara-saudara ... Ibnu Taimiyah menjelaskan Nabi tersebut telah mengumpulkan 3 hal dalam dirinya dengan do’anya itu,  yaitu
  1. Sikap Memaafkan,
  2. Memintakan ampunan, dan
  3. Mencarikan UDZUR bagi saudaranya dengan mengatakan “… karena sesungguhnya mereka tidaklah mengetahui.”


Ada orang yang mau memaafkan kezholiman saudaranya, tapi untuk mendo’akan saudaranya, belum tentu ia mau. Tapi, Nabi tersebut mendo’akan kebaikan untuk kaumnya yang telah menzholiminya. Bahkan do’a beliau ini bukanlah do’a dalam bentuk umum, tetapi do’a memintakan ampun untuk kesalahan saudaranya.

Nabi tersebut juga telah mengumpulkan  banyak jenjang kemuliaan, antara lain :
  1. Sikap tenang, tidak tergesa-gesa è beliau dipukul wajahnya hingga berdarah, tapi beliau tetap tenang dan mendo’akan.
  2. Sabar è tidak membalas dengan pukulan yang sepadan
  3. Memaafkan è beliau maafkan kezholiman kaumnya
  4. Mencarikan udzur untuk saudaranya


Selain itu,  faidah lain yang bisa kita ambil bahwa Nabi tersebut ketika mendo’akan kaumnya yang telah mendzoliminya, Beliau tetap menganggap mereka sebagai kaumnya. Berbeda dengan keadaan sebagian orang yang ketika dizholimi oleh saudaranya, mungkin saudarnya itu sudah tidak dianggap siapa-siapa lagi untuk dirinya. Padahal hal itu menunjukkan rahmat (kasih sayang) yang sangat mendalam kepada saudaranya.

Jenis kesabaran ini merupakan kesabaran yang akhirnya membuahkan pertolongan Alloh Subhanahu wa Ta’ala. Sabar didalam menghadapi perlakuan yang tidak menyenangkan dari saudaranya. Justru dengan kesabaran ini akan membuat seseorang semakin mulia, mendatangkan kebahagiaan, dan keamanan.. Mengapa mendatangkan keamanan??? Karena upaya orang lain untuk menyakiti kita semakin berkurang apabila kita tidak membalas kezholimannya.


Kezholiman orang lain, kalau kita balas hanya akan menghasilkan kezholiman yang lebih besar karena biasanya mereka akan membuat cara yang lebih keji atau licik untuk membalasnya kembali.
Dan kesabaran jenis ini akan melahirkan kekuatan, kecintaan Alloh dan kecintaan manusia kepada dirinya, serta akan semakin menambah keilmuannya. Tidak akan pernah rendah dan hina untuk orang-orang yang bersabar dalam jenis ini.




Semoga yang sedikit ini bermanfaat.

_______________________

Quote :
"Sesungguhnya kesabaran itu pada pukulan yang pertama." (muttafaqun 'alaih). Kalau dia marah, lalu dia lampiaskan amarahnya, maka bukan bersabar lagi namanya. Tapi, kalau dia marah, lalu dia tahan amarahnya, maka masih bisa diharapkan untuknya pahala dari kesabaran." (Ustadz Dzulqornain)



Tidak ada komentar: