بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
............
“Dan tidaklah
seseorang diberi pemberian yang lebih baik dan lebih luas daripada
kesabaran."
[Muttafaqun
'Alaihi]
............
Alhamdulillaah … Hari ini diberikan kesempatan
oleh Alloh untuk bisa mengambil faidah yang menurut ana sangat bagus dan insya
Alloh mampu melembutkan hati-hati kita. Walaupun hanya bisa mengikuti sebagian,
tapi khoyr insya Alloh karena dalam kaidah fiqih disebutkan "Apa yang tidak bisa kamu dapatkan seluruhnya,
janganlah kamu tinggalkan seluruhnya."
Faidah kajian hari ini diambil dari dauroh
Ustadz Khidir hafizhohulloh yang membahas “Qoidatun fii Shobri (Kaidah-kaidah dalam Bersabar)” karya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rohimahulloh. Dari
sekian faidah yang bisa ana catat, ada satu faidah yang menurut ana sangat
berkesan dan cukup membuat diri ini merenung dan mengintrospeksi diri, yaitu tentang
bagaimana sikap seorang muslim ketika ia dizholimi oleh saudaranya.
Ustadz menjelaskan jenis kesabaran
yang ke-3 dari 3 jenis kesabaran, yaitu sabar dalam menghadapi
musibah yang datangnya di luar kekuasaan manusia (semisal sakit, gempa, banjir,
dsb) dan sabar dalam menghadapi musibah yang datangnya dengan sebab perbuatan
manusia (semisal dipukul, difitnah, diambil hartanya, dsb). Sabar dalam
menghadapi musibah yang datangnya di luar kekuasaan manusia masih lebih mudah
daripada bersabar terhadap musibah yang datangnya dari perbuatan manusia.
Point permasalahan yang ingin ana tulis disini
adalah “Bersabar terhadap Musibah yang Datangnya dengan Sebab Perbuatan Manusia”.
Sabar jenis di atas adalah kesabaran yang
sangat berat karena jiwa kita merasakan siapa yang menganggu kita, menyakiti
kita, kita pun juga tahu siapa orangnya, kedudukan orang yang menyakiti kita
seperti apa, kemudian ada tempat bagi kita untuk melampiaskan amarah, dan
tabiat jiwa itu ….. selalu ingin membalas kezholiman orang lain. Tak ada yang
mampu bersabar dalam hal ini, kecuali para Nabi dan Shiddiqin.
Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam ketika
beliau dizholimi, beliau hanya berkata, “Semoga Alloh merohmati Musa karena sesungguhnya
gangguan yang beliau dapatkan masih lebih banyak daripada saya, akan tetapi
beliau tetap bersabar.” Disini Nabi ingin menenangkan dirinya dengan mengingat
penderitaan yang dialami oleh Nabi Musa, saudaranya.
Beliau juga pernah mengabarkan ada satu Nabi
yang dipukul oleh kaumnya hingga melukai wajahnya dan darah pun mengalir di
wajahnya. Tetapi, Nabi tersebut tetap bersabar. Bahkan mendo’akan dengan suatu
do’a yang kalau kita renungkan maknanya sangatlah luar biasa, yaitu
“Ya Alloh, ampunilah kaumku karena
sesungguhnya mereka tidaklah mengetahui.”
Tahukah, Saudara-saudara ... Ibnu Taimiyah
menjelaskan Nabi tersebut telah mengumpulkan 3 hal dalam dirinya dengan do’anya
itu, yaitu
- Sikap Memaafkan,
- Memintakan ampunan, dan
- Mencarikan UDZUR bagi saudaranya dengan mengatakan “… karena sesungguhnya mereka tidaklah mengetahui.”
Ada orang yang mau memaafkan kezholiman
saudaranya, tapi untuk mendo’akan saudaranya, belum tentu ia mau. Tapi, Nabi
tersebut mendo’akan kebaikan untuk kaumnya yang telah menzholiminya. Bahkan do’a
beliau ini bukanlah do’a dalam bentuk umum, tetapi do’a memintakan ampun untuk
kesalahan saudaranya.
Nabi tersebut juga telah mengumpulkan banyak jenjang kemuliaan, antara lain :
- Sikap tenang, tidak tergesa-gesa è beliau dipukul wajahnya hingga berdarah, tapi beliau tetap tenang dan mendo’akan.
- Sabar è tidak membalas dengan pukulan yang sepadan
- Memaafkan è beliau maafkan kezholiman kaumnya
- Mencarikan udzur untuk saudaranya
Selain itu,
faidah lain yang bisa kita ambil bahwa Nabi tersebut ketika mendo’akan
kaumnya yang telah mendzoliminya, Beliau tetap menganggap mereka sebagai
kaumnya. Berbeda dengan keadaan sebagian orang yang ketika dizholimi oleh
saudaranya, mungkin saudarnya itu sudah tidak dianggap siapa-siapa lagi untuk
dirinya. Padahal hal itu menunjukkan rahmat (kasih sayang) yang sangat mendalam
kepada saudaranya.
Jenis kesabaran ini merupakan kesabaran yang
akhirnya membuahkan pertolongan Alloh Subhanahu wa Ta’ala. Sabar didalam
menghadapi perlakuan yang tidak menyenangkan dari saudaranya. Justru dengan
kesabaran ini akan membuat seseorang semakin mulia, mendatangkan kebahagiaan, dan keamanan.. Mengapa mendatangkan keamanan??? Karena upaya orang lain untuk
menyakiti kita semakin berkurang apabila kita tidak membalas kezholimannya.
Kezholiman orang lain, kalau kita balas hanya
akan menghasilkan kezholiman yang lebih besar karena biasanya mereka akan
membuat cara yang lebih keji atau licik untuk membalasnya kembali.
Dan kesabaran jenis ini akan melahirkan
kekuatan, kecintaan Alloh dan kecintaan manusia kepada dirinya, serta akan semakin
menambah keilmuannya. Tidak akan pernah rendah dan hina untuk orang-orang yang
bersabar dalam jenis ini.
Semoga yang sedikit ini bermanfaat.
_______________________
Quote :
"Sesungguhnya
kesabaran itu pada pukulan yang pertama." (muttafaqun 'alaih). Kalau dia
marah, lalu dia lampiaskan amarahnya, maka bukan bersabar lagi namanya. Tapi,
kalau dia marah, lalu dia tahan amarahnya, maka masih bisa diharapkan untuknya
pahala dari kesabaran." (Ustadz Dzulqornain)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar